Pandanglah jiwaku, layaknya suryapanta
Kenal akrab dengan yang namanya celah
Tak perlu terkejut,
Apabila kau temukan lubang hitam
Tenang saja, lubangnya hanya sekelumit
Kalau agung tampaknya, semua juga mampu menerawang
Atau siapa tahu, Sudah ditutupi
Diremangi cahaya pemudar, dan dihalangi yang suci nan
menawan
Mampukah kau kabulkan satu saja mohonku?
Terima saja lubangnya tadi, tapi jangan menyesal
Jangan pula terpaksa
Aku hanya ingin kau yang bersuka hati menerawang setiap hari
Megecupinya sepenuh hati,
Dengan renjana berlapis kasih tulus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar