Wajahnya yang molek bersolek, kian parau di pagut hari
Di madu rindu paling jadi jawaban
Tuk arungi kenyataan jalan yang ada
Menanti tibanya sang kekasih hati
Malang oh malang...
Ia pikir pikir lagi, ikuti saja alur yang diberi
Walau jalannya sukar dan curam
Yang penting bisa bersanding dengan yang penuh renjana
Meski lubang jelaga sudah siap mengoyaknya
Tapi bukankah hakikatnya tak bisa kau bantah?
Elak saja selalu sambil kau sunggingkan tawa candamu,
Sambil menghitung kalkulasi mundur
Karena sebagaimana mereka memahkotainya,
Demikian pula akan merajamnya. (Nataniawt)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar