Dengarkah kamu ada yang meraung-raung, menangis meneriakkan namamu?
Tak sadarkah kamu ada yang menghabiskan jatah besar hidupnya menunggumu?
Aku mungkin hanya hiburanmu sementara,
sosok yang "sama" padamu, namun tak ditakdirkan bersama
Cinta kita percuma,
Sepenuh apapun kau mengisinya, akan tumpah dan kosong pula
Cinta kita di larang,
Di gertak surga dan darah asalmu
Pulanglah karena kau harus pulang,
Kita tak bisa terus lari dari rumah dan perkara
Tinggalkan aku dulu di sini,
Aku tak apa
Seperti dahulu kala
Dan yang terlega?
Akhirnya aku tak perlu menggenggam apa yang bukan milikku
(Nataniawt)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar